Gaya Hidup Konsumtif, Bukanlah Pencitraan Kondisi Finansial Yang Mapan

Gaya Hidup Konsumtif, Bukanlah Pencitraan Kondisi Finansial Yang Mapan

Gaya Hidup Konsumtif, Bukanlah Pencitraan Kondisi Finansial Yang Mapan – Apakah Anda pernah melihat orang yang sering belanja ke mall? Apakah Anda sering melihat tetangga yang setiap minggu jalan jalan? Apakah Anda punya teman yang sering gonta ganti gadget setiap muncul produk terbaru? Dan apakah Anda sering memperhatikan orang yang lebih memilih makan di restoran mahal ketimbang warteg?

Saya yakin diantara sekian banyak dari Anda akan menjawab sering! Itu wajar saja, karena gaya hidup masyarakat di zaman ini cenderung konsumtif dan senantiasa menunjukkan pencitraan. Tujuannya agar bisa dinilai luar biasa oleh orang lain. Padahal, untuk melakukan semua itu mereka terkadang mengorbankan sisa uang tabungan miliknya, dan sebagian besar rela berhutang hanya untuk mewujudkan hasratnya agar bisa disebut orang yang memiliki Kondisi Finansial Yang Mapan.

Bagi Anda yang tidak bisa melakukan gaya hidup konsumtif, maka berbahagialah karena Anda akan menjadi orang yang bisa membelanjakan uang dengan cara yang sehat. Tidak perlu gonta ganti gadget hanya untuk membuat orang mengapresiasi Anda, tapi jadikan gadget sederhana yang Anda miliki menjadi sebuah asset yang memberikan Anda pemasukkan tambahan. Tidak perlu makan di restoran mahal kalau misalkan makanan yang Anda masak sendiri lebih nikmat untuk dimakan (secara emosional), dan tidak perlu membeli mobil mewah sementara motor bebek pun sudah bisa menjadi sarana transportasi yang efektif untuk keseharian Anda. Demikianlah saran sederhana yang bisa saya sampaikan, karena sekali lagi.. gaya hidup konsumtif bukanlah pencitraan Kondisi Finansial Yang Mapan.

Daripada memenuhi hasrat Anda akan gaya hidup yang konsumtif, lebih baik Anda mengikuti saran saya berikut ini apabila ingin memiliki Kondisi Finansial Yang Mapan :

Pertahankan Gaya Hidup Sederhana

Banyak orang yang saat memiliki gaji 1 juta, dia hanya bisa mencukupkannya untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan hidupnya saja. Dan setelah dia memiliki gaji 5 juta, dia pun hanya bisa mencukupkannya untuk memenuhi hal yang sama. Padahal kalau dilihat secara persentasi, ada peningkatan sebesar 400 persen antara gaji awal dan gajinya yang sekarang, akan tetapi gaya hidupnya yang mengikuti pendapatan, membuat seberapa besarpun uang yang dihasilkan tidak bisa mencukupinya.

Oleh sebab itu, berapapun pendapatan yang dihasilkan, berusahalah untuk mempertahankan gaya hidup sederhana. Sehingga tambahan pendapatan yang didapatkan akan bisa dimanfaatkan untuk tabungan dan melakukan saran kedua di bawah ini.

Perbanyak Asset Daripada Non-Asset

Sebelum memutuskan membeli sesuatu, lihatlah tujuannya terlebih dahulu. Apakah barang yang dibeli tersebut akan menjadi beban ataukah menjadi asset? Perbanyaklah asset daripada non-asset, karena hal itu akan memberikan tambahan pemasukkan untuk kita.

Barang yang umumnya menjadi beban bisa menjadi sebuah asset untuk orang yang berfikir kreatif. Contohnya, smartphone bisa menjadi sarana untuk menjual pulsa, mobil pribadi bisa dijadikan fasilitas untuk membuka kursus mengemudi, akses internet bisa dijadikan sarana untuk berbisnis online, motor bisa dijadikan sarana untuk bekerja dan lain sebagainya. Jadi, selain Anda memilikinya untuk memenuhi kebutuhan hidup, Anda pun bisa mendapatkan manfaat dengan menggunakannya di jalan yang tepat.

Miliki Perlindungan Diri Dan Keluarga

Upaya terakhir yang tidak boleh Anda lewatkan dalam urusan pengelolaan pendapatan adalah dengan memiliki perlindungan diri dan keluarga, karena kalau kita tidak memiliki hal ini maka bisa jadi semua harta, asset, dan barang barang yang kita miliki akan terkuras habis.

Contohnya, seorang kepala keluarga yang memiliki asset yang banyak, uang tabungan yang besar, deposito dimana mana, dan barang yang lumayan banyak, tetap tidak bisa menjamin hal hal tersebut tetap ada kalau dia tidak memiliki perlindungan diri dan keluarga. Karena, saat ada musibah yang melanda seperti sakit kritis atau kecelakaan, maka beberapa harta yang dimiliki akan dikorbankan untuk kesembuhan dan biaya perawatan.

Belum lagi apabila kepala keluarga yang diandalkan tiba tiba mengalami musibah yang tidak disangka sangka, yang membuatnya tidak produktif lagi. Apakah keluarga yang menjadi tanggungan Anda memiliki perlindungan yang baik?

Oleh karenanya, mulailah untuk memiliki proteksi dan perlindungan diri dan keluarga Anda mulai dari saat ini. Caranya adalah dengan mengikuti program asuransi! Mengapa asuransi? Sebab dengan asuransi, kita bisa memiliki perlindungan kesehatan dan perlindungan jiwa. Saat sakit, maka kita tidak perlu menghabiskan tabungan untuk biaya berobat dan rumah sakit. Karena semua akan di-cover oleh pihak asuransi. Dan ketika kematian menjemput, maka kita akan mendapatkan uang pertanggungan yang akan menjadi peninggalan kita untuk keluarga yang ditinggalkan. Sehingga tidak sedikitpun mengganggu tabungan dan asset yang dimiliki.

Apabila ketiga hal tersebut Anda lakukan, maka kehidupan Anda akan dipenuhi dengan kesejahteraan. Dan kalau Anda sudah berhasil mencapai semua impian dan cita cita dalam hal Kondisi Finansial Yang Mapan. Maka apresiasilah hal tersebut dengan cara bersyukur dan berbagi dengan sesama. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda